Kepala Daerah se-Kaltim dan Kaltara Hadiri RUPS Bankaltim di Balikpapan

Info Terkini
Kamis, 23-03-2017

 

Rapat Umum Pemegang Sahan (RUPS) Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim Tahun Buku 2016 digelar di Lantai 1 Hotel Royal Suite, Kota Balikpapan, Senin (20/3/2017).


RUPS dihadiri para kepala daerah se Kaltim dan Kaltara selaku representasi pemegang saham. Hadir dalam RUPS Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, serta para bupati dan walikota dari 14 Kabupaten/Kota di Kaltim dan Kaltara.


Zainuddin Fanani Dirut Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim mengatakan RUPS rutin dilaksanakan setiap tahun, sebagai amanat Peraturan Daerah tentang Bankaltim.


Agenda RUPS tersebut berupa penyampaian laporan pertanggungjawaban keuangan tahun 2016 kepada seluruh pemegang saham.


"Dari paparan yang telah kita sampaikan dan dilanjutkan tanya jawab bersama pemegang saham, Alhamdulillaah semua pegang saham sepakat menerima laporan pertanggungjawaban direksi atas kinerja BPD Kaltim 2016," ungkap Fanani.


Ia mengatakan, BPD Kaltim nantinya berubah nama menjadi Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, disingkat Bankaltimtara, yang akan diresmikan tahun ini.


“Untuk di Tanjung Selor, kita membangun kantor di depan Rumah Jabatan Bupati, Jalan Jelarai dan saat ini kita sedang melakukan pengurukan. ATM Drive Thru akan kita bangun di depan Kantor PMK dan sewa menyewa lahannya sudah disepakati," ujarnya.


Bupati Bulungan, H. Sudjati SH, selain mendengarkan paparan dan tanya jawab yang dilakukan dalam RUPS, juga melakukan penandatanganan Surat Perjanjian Sewa Menyewa lahan ATM Drive Thru antara Pemerintah Kabupaten Bulungan dengan BPD Kaltim.


"Untuk Kabupaten Bulungan, deviden tahun 2016 yang diluncurkan tahun 2017 sebesar 20 miliar. Ada peningkatan dibandingkan Rp 15 miliar di tahun sebelumnya," ujarnya.


Bupati Paser HM Yusriansyah Syarkawi juga hadir dalam RUPS tersebut. Rapat ini bersifat tertutup, yang mana semua pendamping kepala daerah tidak diperkenankan untuk mengikuti jalannya rapat.


"Rapat ini bersifat tertutup, di mana semua pendamping kepala daerah tidak diperkenankan untuk mengikuti jalannya rapat," kata Tauhid didampingi Kasubag Humas Setda Paser M Kadir S.


Namun, lanjut Kadir, dari sejumlah keterangan yang diperoleh sebelum acara dimulai, diinformasikan bahwa RUPS bersifat ekslusif karena ada beberapa keterangan yang merupakan landasan RUPS untuk menentukan kebijakan dan langkah Bankaltim beserta pemegang saham untuk mengambil keputusan.


Sementara itu, Pimpinan BPD Kaltim Cabang Tanah Grogot, Armiwingsih yang dihubungi secara terpisah mengatakan, RUPS 2016 ini merupakan agenda tahunan yang diwajibkan sebagaimana bunyi Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2016.


“Tujuannya adalah melaporkan hasil kinerja BPD Kaltim oleh manajemen ke pemegang saham, yaitu para kepala daerah di dua provinsi, Kaltim dan Kaltara,” jelas Armiwingsih.


“Khusus untuk Paser, pada tahun 2016 ada pengembangan yang signifikan. Ini dibuktikan dengan melakukan penyetoran modal sebanyak dua kali, masing-masing sebesar Rp 950.000.000 dan Rp 6.380.000.000,” lanjutnya.


“Jadi ada keuntungan yang didapat dari penyertaan pemerintah daerah selaku pemilik, yaitu deviden yang didapat dan multiplier effect dari pembiayaan dan kehadiran operasional di daerah, yang pasti sangat membantu perkembangan ekonomi Paser,” kata Armiwingsih, sembari berharap tetap ada peningkatan sektoral modal oleh pemerintah daerah ke BPD Kaltim. (*)



<< Kembali