bankaltim, Bank Laskar Pelangi
Tanggal 04/10/2010 14:30  Penulis Endro S Effendi, Wartawan Kaltim Post  Hits 853  Bahasa Indonesia
”Siapapun kita, hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya.” Ungkapan Pak Harfan, tokoh guru dalam novel best seller ”Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata yang dilayarlebarkan itu sesuai dengan semangat Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim atau yang lebih akrab disapa Bankaltim. Dengan semangat kedaerahan, bank ini tumbuh menjelma sebagai lembaga keuangan yang cukup disegani di Kaltim. Sama seperti semangat Pak Harfan untuk tetap mempertahankan keberadaan SD Muhammadiyah, Belitong.

Laskar Pelangi dan semangat bank pelat merah ini untuk mendongkrak ekonomi daerah dengan kearifan lokal, jelas memiliki keterpautan. Tengok saja gambaran novel Laskar Pelangi ketika para murid SD Muhammadiyah mengikuti lomba pawai, mencoba mengangkat budaya lokal, dan hasilnya tidak mengecewakan. Itulah yang sejak awal dilakukan

Bankaltim. Di tengah serbuan bank swasta hingga perbankan asing, tetap mencobamengutamakan nilai-nilai kebutuhan lokal, sehingga bank ini tidak hanya sekadar bertahan, namun lebih dari itu, bisa menjadi bank lokal dengan prestasi nasional. Semangat Bankaltim menuju bank kebanggaan daerah diwujudkan dengan menembus daerah pedalaman dan perbatasan. Tak heran jika bank ini memiliki kantor layanan hingga di Pulau Sebatik, pulau di wilayah utara Kaltim yang sebagian adalah milik Malaysia. Ketika bank lain berebut ’kue’ di Samarinda dan Balikpapan sebagai basis pertumbuhan ekonomi, Bankaltim justru menunjukkan keduliannya dengan membuka kantor di daerah-daerah pelosok.

 
”Ekonomi di suatu daerah akan lebih menggeliat dan makin tumbuh jika didukung kegiatan perbankan. Kalau bukan kami yang peduli, siapa lagi,” sebut Direktur Utama Bankaltim Aminuddin yang pernah menyabet gelar The Best CEO BUMD of The Year 2008 ketika ditanya alasannya getol membuka jaringan di daerah kecamatan. Sepanjang 2009 ini, Bankaltim pun menargetkan pembukaan 22 kantor cabang pembantu di 22 kecamatan di Kaltim, plus pembukaan kantor cabang di Mal Senayan City, Jakarta. “Kami memperluas pelayanan hingga ke pelosok, namun kami juga memperhatikan nasabah kami di perkotaan,” ujar Aminuddin. S ema n g a t ” L a s k a r Pe l a n g i ” Bankaltim tak hanya ditunjukkan melalui pembukaan kantor, namun juga diikuti dengan pembiayaan di sektor-sektor berbasis agroindustri yang menjadi fokus pembangunan Kaltim. Tak heran jika bank ini meluncurkan Kredit Sawit Sejahtera.

Ada pula kredit program masing-masing pemerintah daerah. Di antaranya Gerbang Dayaku di Kutai Kartanegara, kredit penguatan modal usaha di Pasir, kredit usaha mikro kecil di Berau, dan dana bergulir di Bontang. Ada pula dana bergulir program Gerbang Dema di Malinau, dana bergulir di Bulungan, serta kredit peternakan perikanan perkebunan koperasi di Tarakan. Walau dianggap bank lokal, namun soal inovasi, Bankaltim juga tak kalah dengan bank lain. Pasalnya, Bankaltim juga tercatat sebagai bank umum devisa sehingga bisa melayani transaksi internasional. Dukungan layanan SMS Banking juga menjadikan bank ini makin sejajar dengan bank multinasional lainnya. Dari tahun ke tahun, kinerja bank ini terus meningkat. Berbagai penghargaan pun terus dikoleksi, seperti penghargaan Platinum Trofi dari Majalah InfoBank atas keberhasilannya sebagai bank dengan predikat kinerja Sangat Bagus selama 10 tahun berturut-turut. Sebelum ini, Bankaltim juga menyabet predikat The Best BPD With Assets Above Rp10 Trillion atau BPD terbaik dengan aset di atas Rp10 triliun. Itu belum termasuk berbagai penghargaan nasional yang juga dicatatkan unit usaha syariah milik Bankaltim. Hingga Juni 2009 tadi, total aset bank ini tercatat Rp 15,497 triliun. Angka itu tumbuh lebih besar ketimbang aset akhir 2008 sebesar Rp 14,9 triliun.

Sementara dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun sebanyak Rp 13,77 triliun. Dari jumlah ini, yang dilempar dalam bentuk kredit Rp 5,86 triliun. Angka kredit itu juga tumbuh dibandingkan akhir 2008 tadi sebesar Rp 4,45 triliun. Dengan kinerja itu, laba kotor yang berhasil dikantongi Bankaltim untuk periode yang sama tercatat Rp 291,14 miliar. ”Tapi itu belum diaudit,” sebutnya. Dari sisi rasio kredit dengan dana yang dihimpun (loan to deposit ratio/LDR) tercatat 42,57 persen, sementara kredit nonlancar (non performing loan/NPL) juga masih sehat yakni 1,79 persen.

Rasanya masih banyak lagi kelebihankelebihan Bankaltim yang tak bisa terangkum seluruhnya. Meski ada saja kerikil hingga batu sandungan, namun tak sebanding dengan prestasi yang sudah diraih. Selama menjadi wartawan sejak 10 tahun silam, selama itu pula tak pernah lepas merekam jejak keberhasilan Bankaltim. Ketika susah, tak ada yang melirik. Tapi ketika sukses, makin banyak yang iri. Itulah yang dialami Bankaltim. Di awal torehan sejarah Kaltim, bank ini tak banyak dilirik, kecuali hanya dianggap sebagai juru bayar atau kasir pemerintah. Namun, ketika bank ini terus membesar, bank lain pun mulai iri dengan keberhasilannya. Padahal, wajar jika Bankaltim tumbuh besar, karena yang didapat adalah hasil dari perjuangan yang telah dilakukan. Bank lain, datang ke Kaltim ketika ’gula’ memang sudah menggunung dan lebih mudah diisap hasilnya tanpa perlu perjuangan berarti. Karenanya, dari semangat ”memberi sebanyak-banyaknya bukan untuk menerima sebanyakbanyaknya” yang dilakukan Bankaltim, patut angkat topi. Harapannya, siapa saja yang berusaha di Kaltim, bisa melakukan hal yang sama. Bukan sebaliknya, ”mengisap sebanyak -banyaknya, kemudian memberi sekadarnya”. Bahkan ada kalimat yang lebih kasar, ”datang bawa koper, pulang bawa kontainer”. Mudah-mudahan hal itu tidak terjadi pada Bankaltim. Sebagai bank lokal, tentu keuntungannya tidak akan lari kemana-mana, melainkan dinikmati pula oleh rakyat Kaltim, berupa berjalannya pembangunan dan bergeraknya sektor riil. Selamat ulang tahun ke-44 untuk Bankaltim. Semoga semangat ”Laskar Pelangi”, tak pernah redup sepanjang perjalananmu mengabdi di bumi ini.
Home | Search |  Highlight & Promo   |  Sitemap | Berita  | Hubungi Kami  

Copyright © Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur