Kontribusi selama 45 tahun BPD Kaltim dalam mengembangkan perekonomian lokal sangat besar. BPD Kaltim bahkan berani membuka kantor di daerah yang terisolasi dan potensi ekonomisnya tidak terlalu besar. Hal itu merupakan bagian komitmen untuk membangun daerah.
Di usianya yang ke-45 tahun, Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur (BPD Kaltim) secara nyata telah memberikan kontribusi yang besar dan signifikan terhadap kemajuan perekonomian daerah. Di beberapa tempat di Kalimantan Timur yang dianggap sebagai daerah yang terisolasi dan kurang memiliki potensi keuntungan bisnis yang cukup besar, BPD Kaltim berani menjadi pioneer untuk membuka akses perekonomian dan bisnis bagi masyarakat pedalaman.
Ambil contoh, seperti di Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Kartanegara telah ada sebuah Kantor Cabang Pembantu (KCP) BPD Kaltim. Selain itu, akan menyusul kemudian pembukaan KCP di Kecamatan Muara Muntai, masih di Kutai Kartanegara serta wacana (telah melalui tahap survey) pembukaan KCP di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, yakni daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia.
Hal itu merupakan bagian dari komitmen BPD Kaltim untuk mendorong kemajuan perekonomian daerah. Melalui perannya sebagai lembaga intermediasi, BPD Kaltim memberikan fasilitas pendanaan kepada masyarakat setempat di daerah tersebut. Dengan dana itu, diharapkan ekonomi lokal menggeliat sehingga dapat memicu mobilitas vertikal masyarakat.
Dari sisi funding, BPD Kaltim yang juga memiliki layanan devisa dan Syariah, dalam menghimpun dana masyarakat memiliki beberapa jenis simpanan, baik dalam bentuk Rupiah maupun Valas (Konvensional dan Syariah), yaitu Simpeda, Tabungan Haji Al-Amin, Tabungan Berkah, Prama, Tabunganku, Deposito dan Giro. Dari ketujuh jenis produk tersebut, Prama menunjukkan perkembangan paling signifikan. Meski usianya masih kurang satu tahun, namun untuk urusan menghimpun dana masyarakat kinerjanya cukup mengesankan.
Setiap bulan, jumlah nasabah dan besarnya nilai tabungan untuk Prama terus mengalami peningkatan. Sejak Grand Launching pada 9 April 2010 sampai 30 September 2010, jumlah nasabah telah mencapai 5.357 dengan total dana yang terkumpul sebesar Rp 306,956 miliar.
Tabel Kinerja Produk Funding Per 30 September 2010
|
No
|
Jenis Funding (Konvensional+Syariah)
|
Jumlah Nasabah
|
Nominal
(dalam ribuan rupiah)
|
|
1
|
Simpeda
|
281.106
|
Rp. 1.539.136.996.
|
|
2
|
Tabungan Haji Al-Amin
|
8.496
|
Rp. 47.976.621.
|
|
3
|
Tabungan Berkah
|
30.755
|
Rp. 146.842.257.
|
|
4
|
Prama
|
5.357
|
Rp. 306.956.963.
|
|
5
|
TabunganKu
|
4.721
|
Rp. 7.399.796.
|
|
6
|
Desposito
|
5.330
|
Rp. 5.753.037.193.
|
|
7
|
Giro
|
29.680
|
Rp. 7.110.116.035.
|
|
Total
|
365.445
|
Rp. 14.911.465.861.
|
Sumber : BPD Kaltim, 2010
Sebagai tabungan perseorangan yang bergengsi, ada banyak keuntungan yang ditawarkan, seperti: nasabah dapat menikmati bagi hasil tabungan setara deposito, saldo tabungan yang dapat ditarik sewaktu-waktu, bagi hasil dihitung dari saldo harian, dan bebas biaya administrasi tabungan.
Selain itu, fasilitas dan keuntungan lain yang bisa dinikmati, misalnya pada produk tabungan Prama, berupa limit transaksi besar, gratis biaya transaksi di seluruh Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan Electronic Data Capture (EDC), gratis biaya administrasi tabungan, dapat bertransaksi di seluruh jaringan ATM BPD Kaltim dan seluruh ATM berlogo ATM Bersama serta berlogo ATM Prima di Indonesia.
Nasabah juga dapat menggunakan Electronic Data Capture (EDC) untuk belanja di seluruh merchant yang memiliki logo Prima/Debit, kenyamanan bertransaksi diseluruh kantor BPD Kaltim dengan fasilitas realtime online; saldo rekening nasabah lebih terjamin karena BPD Kaltim telah mengikuti program LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), dan nasabah dapat melakukan transaksi di seluruh wilayah Indonesia selama 24 jam, 7 hari seminggu, tanpa hari libur.
Bervariasinya produk funding, juga diikuti dengan aneka produk lending. Bank yang sahamnya dimiliki Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebesar 40,68% dan Pemerintah Kabupaten-Kota se Kalimantan Timur sebesar 59,32%, dengan total total asset pada akhir September 2010 mencapai Rp. 17,541 Trilyun, memiliki produk-produk lending unggul yang berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakat yang memiliki usaha-usaha produktif, di mana total kredit yang disalurkan hingga akhir September 2010 mencapai angka Rp. 9,279 Trilyun, dengan total debitur 66.846 dengan komposisi Kredit UMKM pinjaman senilai Rp. 4,298 Trilyun atau sebesar 46,32% dan Kredit Besar senilai Rp. 4,981 Trilyun atau sebesar 53,68%. Komposisi debitur ini menunjukkan bahwa BDP Kaltim dalam menyalurkan dana kredit untuk UMKM jauh lebih besar dari anjuran BI yakni minimal 20% dari total kredit yang disalurkan dan mencerminkan keberpihakan pada peningkatan ekonomi rakyat.
Produk-produk unggul yang pro pada rakyat yang dimiliki BPD Kaltim, meliputi kredit peternakan sejahtera, kredit perikanan sejahtera, dan kredit sawit sejahtera. Dengan kata lain, produk kredit yang diluncurkan BPD Kaltim bukan hanya untuk pengusaha-pengusaha yang memiliki modal besar, tapi juga terhadap mereka yang memiliki modal kecil, namun memiliki semangat usaha yang bagus dan potensi bisnis yang menjanjikan. Sampai pada 30 Agustus 2010, berdasarkan sumber dananya, Penyaluran Kredit Program terdiri atas Dana BPD Kaltim sebesar Rp. 1,328 Trilyun dengan jumlah debitur 14.342, Dana Bergulir Pemerintah Daerah sebesar Rp. 111,467 Milyar dengan jumlah debitur 29.574, Dana Kementerian Koperasi Republik Indonesia sebesar Rp. 13,328 milyar dengan jumlah debitur 1.414, dan Dana Kredit Program sebesar Rp. 60,006 Milyar dengan jumlah debitur 3.554. Sehingga, total Penyaluran Kredit Program mencapai Rp. 1,513 Trilyun dengan jumlah debitur 48.884.
Meski giat mengucurkan dana kredit kepada pelaku usaha yang feasible dan bankable, prinsip kehati-hatian tetap dijaga oleh manajemen. Selain untuk menjalankan aturan dari regulator, hal itu dilakukan demi menjaga kelangsungan bisnis perusahaan. Hal itu sesuai dengan visi BPD Kaltim yaitu ingin menjadi Bank yang sehat, kuat, efisien, dan dipercaya.
Terkait kinerja bisnis BPD Kaltim, berdasarkan evaluasi Rencana Bisnis (Renbis) Cabang dan Cabang Syariah sampai akhir September 2010 untuk aset memperlihatkan pertumbuhan yang cukup baik. Dari 17 kantor cabang dan cabang syariah, 8 diantaranya telah melampui realisasi target dan sisanya memiliki deviasi dari Renbis kurang dari 20%.
Untuk data konsolidasi produk berdasarkan hasil evaluasi Renbis Cabang dan Cabang Syariah untuk periode yang sama di tahun ini, target untuk produk Kredit, Deposito dan Tabungan, telah melampaui posisi target capain rencana bisnis, yakni 113.83% untuk Kredit, 133.85% untuk Deposito, dan 106.06% untuk Tabungan. Sedangkan untuk produk giro masih pada posisi 91,05% dari target realisasi yang ditetapkan pada rencana bisnis tahun 2010 ini. Konsolidasi keuangan tersebut searah dengan Laporan Bank Indonesia (BI) dalam Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kalimantan Timur untuk Triwulan II – 2010, yang menemukan bahwa terjadi peningkatan aset, DPK (Dana Pihak Ketiga) dan kredit masing-masing sebesar 2,39%, 2,66% dan 9,27% pada bank umum di Kaltim. Selain itu, BI juga meyakini peningkatan positif pada penggalangan dana pihak ketiga berasal dari dua produk utama bank, yakni Tabungan dan Deposito, sedangkan produk Giro mengalami kontraksi.
Kiprah positif Bank kebanggaan masyarakat Kaltim ini dalam mengembangkan dan memajukan perekonomian daerah bukanlah isapan jempol belaka. Dengan jaringan konvensional yang berjumlah 15 Kantor Cabang, 37 Kantor Cabang Pembantu dan 5 Kantor Kas, serta jaringan Syariah yang berjumlah 2 Kantor Cabang, 8 Kantor Cabang Pembantu, dan 2 Kantor Kas yang tersebar di seluruh Kabupaten-Kota termasuk Jakarta, beberapa indikator berikut dapat dijadikan argumentasi meyakinkan untuk mendukung klaim tersebut. Pertama, penerimaan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten-Kota selaku pemegang saham dalam Tahun Buku 2010 yang berasal dari BPD Kaltim diperkirakan sebesar Rp. 235,396 miliar berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari dividen. Untuk pembayaran dividen Tahun Buku 2009 sendiri, BPD Kaltim telah menyetor dana kepada Pemerintah Daerah sebesar Rp. 178,21 miliar.
Kedua, untuk dana pembangunan daerah pada Tahun Buku 2009, BPD Kaltim menyerahkan dana kepada pemerintah provinsi sebesar Rp. 59,403 miliar. Ketiga, untuk peningkatan taraf ekonomi masyarakat, BPD Kaltim memiliki beberapa produk dan kegiatan perbankan yang benar-benar menyentuh pada lapisan ekonomi masyarakat yang lemah.
Keunggulan produk itu juga diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Langkah-langkah pengembangan SDM dilakukan dengan dua pendekatan, yakni pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui program pendidikan dan pelatihan secara berkelanjutan, baik dalam bentuk in-house maupun off-house sesuai dengan Training Need Analysis (TNA). Selain itu, pendekatan kualitatif juga dilakukan melalui pengelolaan jalur karir pegawai dalam bentuk mutasi dan promosi serta special assignment (Penugasan khusus). Manajemen juga mendorong pegawai untuk melakukan pengembangan secara mandiri (self-development) dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Sedangkan, pendekatan kuantitatif dilakukan dengan melakukan rekrutmen pegawai sesuai dengan kebutuhan masing-masing unit kerja Bank. Dengan begitu diharapkan pegawai baru dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan kinerja BPD Kaltim.
Di bidang Teknologi Informasi (TI), sistem yang digunakan BPD Kaltim sejak tahun 2002 adalah program AlphaBits milik salah satu vendor. Selanjutnya, pengembangan TI yang dilakukan sejak tahun 2006 sampai tahun 2008, baik untuk konvensional maupun syariah, di antaranya adalah pengembangan ATM Management (upgrade release 1.4 menjadi 2.9), Customer Self Service (CSS), yaitu layanan online informasi rekening di 14 instansi baik Pemprov, Pemkot, dan Pemkab di Kaltim. Selain itu, tersedia pula BPDnet Online dengan seluruh BPD di Indonesia, SMS Banking, Host to Host Siskohad, produk tabungan Prama & Prama iB, pengembangan teknologi lainnya, dan pengembangan aplikasi bidang syariah meliputi Rahn, Tabungan Point Berkah, Musyarakah Revolving, Tabungan Pendidikan, dan Shadr.
Penguatan yang dilakukan pada semua lini, baik layanan, produk, SDM, dan TI diyakini dapat medorong BPD Kaltim menjadi regional champion. Namun, disamping banyaknya keberhasilan yang diraih selama ini, seperti penyampaian bapak H. Aminuddin, Direktur Utama BPD Kaltim, di depan peserta upacara peringatan HUT BPD Kaltim ke-45 2010, yang mengambil tema “Bekerja Cerdas, Proaktif, dan Peduli Menuju Regional Champion” terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian seluruh jajaran pengurus dan karyawan BPD Kaltim guna menunjukkan BPD Kaltim sebagai Regional Champion Bank, diantaranya: memperkuat struktur permodalan dan ketahanan lembaga agar mampu beroperasi secara efisien; memiliki kemampuan untuk tumbuh dan berkembang dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi daerah; menjadi Agent of Development, dalam rangka mendorong pengurangan angka pengangguran dan kemiskinan serta menjadi mitra strategis lembaga keuangan mikro; memiliki kemampuan untuk melayani kebutuhan masyarakat secara optimal; dan meningkatkan Brand-Awareness di masyarakat, serta selalu berinovasi untuk penciptaan maupun diversifikasi arah produk dan jasa Bank. (Released by Departemen Humas BPD Kaltim - 2010).