BPD Kaltim Menuju Regional Champion (2)
Tanggal 03/06/2009 09:20  Penulis admin  Hits 1093  Bahasa Indonesia

 

BPD Kaltim Menuju Regional Champion (2)
“Komitemen Internal untuk Hasil Gemilang”

 


            Pada awal berdirinya atau 45 tahun yang lalu, personil BPD Kaltim hanya berjumlah 3 (tiga) orang staff pelaksana dan 1 (satu) orang direksi. Namun, seiring dengan perkembangan ekspansi bisnis dan kebutuhan untuk terus memberikan pelayanan terbaik yang menuntut kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak sedikit, maka saat ini BPD Kaltim telah memiliki tidak kurang dari 1.153 orang pegawai yang tersebar di 172 jaringan yang dimiliki oleh BPD Kaltim.



SDM dan TI BPD Kaltim

 

Untuk terus menyeimbangkan antara kuantitas dan kualitas pegawai yang dimiliki, Divisi Sumber Daya Manusia BPD Kaltim melakukan langkah-langkah pengembangan SDM dengan dua pendekatan, yakni pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui  program pendidikan dan pelatihan secara berkelanjutan, baik dalam bentuk in-house maupun off-house sesuai dengan Training Need Analysis (TNA).

 

Selain itu, pendekatan kualitatif juga dilakukan melalui pengelolaan jalur karir pegawai dalam bentuk mutasi dan promosi serta special assignment (Penugasan khusus). Manajemen juga mendorong pegawai untuk melakukan pengembangan secara mandiri (self-development), dengan mendukung mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sedangkan, pendekatan kuantitatif dilakukan dengan melakukan rekrutmen pegawai sesuai dengan kebutuhan masing-masing unit kerja Bank. Dengan begitu diharapkan pegawai baru dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan kinerja BPD Kaltim.

 

 

Di bidang Teknologi Informasi (TI), sistem yang digunakan BPD Kaltim sejak tahun 2002 adalah program AlphaBits milik salah satu vendor. Selanjutnya, pengembangan TI yang dilakukan sejak tahun 2006 sampai tahun 2009, baik untuk konvensional maupun syariah, di antaranya adalah pengembangan ATM Management (upgrade release 1.4 menjadi 2.9), Customer Self Service (CSS), yaitu layanan online informasi rekening di 14 instansi baik Pemprov, Pemkot, dan Pemkab di Kaltim.  Selain itu, tersedia pula BPDnet Online dengan seluruh BPD di Indonesia, SMS Banking, Host to Host Siskohad, produk tabungan Prama & Prama iB, pengembangan teknologi lainnya, dan pengembangan aplikasi bidang syariah meliputi Rahn, Tabungan Point Berkah, Musyarakah Revolving, Tabungan Pendidikan, dan Shadr. Kedepannya, BPD Kaltim akan terus melakukan pengembangan teknologi informasi yang lebih maju untuk mem-backup ketercapaian target menuju regional champion, misalanya pengembangan teknologi informasi chips. Saat ini, target minimal yang harus dicapai dibidang TI adalah melakukan perbaikan pada sistem dan aplikasi yang sudah ada untuk memberikan kemudahan terhadapa para nasabah.

 

 

Kinerja Keuangan BPD Kaltim

 

Melalui dukungan Sumber Daya Manusia dan Teknologi Informasi yang dimiliki, kinerja keuangan yang telah dicapai BPD Kaltim per tanggal 30 November 2010 adalah sebagai berikut:

 

Indikator Keuangan

Capaian

30 Nov 2010

1

Total Asset

Rp 14,770 T

2

Penyaluran Kredit

Rp   9,653 T

3

Dana Pihak Ketiga

Rp 12,033 T

4

Laba Sebelum Pajak

Rp 623,267 M

 

Dari target Renbis 2010 tersebut secara konsolidasi masih terdapat beberapa indikator keuangan utama yang belum bisa dicapai secara maksimal terutama perolehan laba, oleh karena itu dengan sisa waktu 1 (satu) bulan terhitung dari tanggal dikeluarkannya laporan keuangan ini, pihak managemen BPD Kaltim terus melakukan upaya-upaya maksimal untuk mencapai target bisnis yang telah ditetapkan sebelumnya.

 

Dari sisi funding, BPD Kaltim yang juga memiliki layanan devisa dan Syariah, dalam menghimpun dana masyarakat memiliki beberapa jenis simpanan, baik dalam bentuk Rupiah maupun Valas (Konvensional dan Syariah), yaitu Simpeda, Tabungan Haji Al-Amin, Tabungan Berkah, Prama, Tabunganku, Deposito dan Giro. Dari ketujuh jenis produk tersebut, Prama menunjukkan perkembangan paling signifikan. Meski usianya masih kurang satu tahun, namun untuk urusan menghimpun dana masyarakat kinerjanya cukup mengesankan.

 

Setiap bulan, jumlah nasabah dan besarnya nilai tabungan untuk Prama terus mengalami peningkatan. Sejak Grand Launching pada 9 April 2010 sampai 30 November 2010, jumlah nasabah telah mencapai 6.509 dengan total dana yang terkumpul sebesar Rp 351,631 miliar.

 

Tabel Kinerja Produk Funding Per 30 November 2010

No

Jenis Funding (Konvensional+Syariah)

Jumlah Nasabah

Nominal

(dalam ribuan)

1

Simpeda

285.917

Rp. 1.590.462.349.

2

Tabungan Haji Al-Amin

8.882

Rp. 51.744.425.

3

Tabungan Berkah

32.457

Rp. 167.242.280.

4

Prama

6.509

Rp. 351.631.086.

5

TabunganKu

7.780

Rp. 11.476.515.

6

Desposito

4.710

Rp. 5.518.370.607.

7

Giro

29.340

Rp. 4.341.583.270

Total

375.595

Rp. 12.032.510.535

                  Sumber : BPD Kaltim, 2010

 

Sebagai tabungan perseorangan yang bergengsi, ada banyak keuntungan yang ditawarkan, seperti: nasabah dapat menikmati bagi hasil tabungan setara deposito, saldo tabungan yang dapat ditarik sewaktu-waktu, bagi hasil dihitung dari saldo harian, dan bebas biaya administrasi tabungan.

 

Selain itu, fasilitas dan keuntungan lain yang bisa dinikmati, misalnya pada produk tabungan Prama, berupa limit transaksi besar, gratis biaya transaksi di seluruh Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan Electronic Data Capture (EDC), gratis biaya administrasi tabungan, dapat bertransaksi di seluruh jaringan ATM BPD Kaltim dan seluruh ATM berlogo ATM Bersama serta berlogo ATM Prima di Indonesia. Nasabah juga dapat menggunakan Electronic Data Capture (EDC) untuk belanja di seluruh merchant yang memiliki logo Prima/Debit, kenyamanan bertransaksi diseluruh kantor BPD Kaltim dengan fasilitas realtime online; saldo rekening nasabah lebih terjamin karena BPD Kaltim telah mengikuti program LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), dan nasabah dapat melakukan transaksi di seluruh wilayah Indonesia selama 24 jam, 7 hari seminggu, tanpa hari libur.

Bervariasinya produk funding, juga diikuti dengan aneka produk lending. Bank yang sahamnya dimiliki Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebesar 40,68% dan Pemerintah Kabupaten-Kota se Kalimantan Timur sebesar 59,32%, dengan total total asset pada akhir November 2010 mencapai Rp. 14,770 Trilliun, memiliki produk-produk lending unggul yang berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakat yang memiliki usaha-usaha produktif, di mana total kredit yang disalurkan hingga akhir November 2010 mencapai angka Rp. 9,653 Trilyun, dengan total debitur 68.888 dengan komposisi Kredit UMKM pinjaman senilai Rp. 4,598 Trilyun atau sebesar 48% dan Kredit Besar senilai Rp. 4,983 Trilyun atau sebesar 52%. Komposisi debitur ini menunjukkan bahwa BDP Kaltim dalam menyalurkan dana kredit untuk UMKM jauh lebih besar dari anjuran BI yakni minimal 20% dari total kredit yang disalurkan dan mencerminkan keberpihakan pada peningkatan ekonomi rakyat.

 

Produk-produk unggul yang pro pada rakyat yang dimiliki BPD Kaltim, meliputi kredit peternakan sejahtera, kredit perikanan sejahtera, dan kredit sawit sejahtera. Dengan kata lain, produk kredit yang diluncurkan BPD Kaltim bukan hanya untuk pengusaha-pengusaha yang memiliki  modal besar, tapi juga terhadap mereka yang memiliki modal kecil, namun memiliki semangat usaha yang bagus dan potensi bisnis yang menjanjikan. Meski giat mengucurkan dana kredit kepada pelaku usaha yang feasible dan bankable, prinsip kehati-hatian tetap dijaga oleh manajemen. Selain untuk menjalankan aturan dari regulator, hal itu dilakukan demi menjaga kelangsungan bisnis perusahaan. Hal itu sesuai dengan visi BPD Kaltim yaitu ingin menjadi Bank yang sehat, kuat, efisien, dan dipercaya.

 

 

Menuju Regional Champion

 

 

Penguatan yang dilakukan pada semua lini, baik layanan, produk, SDM, dan TI, diyakini dapat medorong BPD Kaltim menjadi regional champion, yakni menjadi bank terkemuka di daerah melalui produk dan layanan kompetitif dengan jaringan luas yang dikelola secara profesional dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Untuk mencapai tujuan “jangka menengah” ini, ada tiga pilar strategis yang dimiliki oleh BPD Kaltim, yakni: ketahanan kelembagaan yang kuat, kemampuan sebagai agent of regional development, dan kemampuan melayani kebutuhan masyarakat.

 

 

           Di samping banyaknya keberhasilan yang diraih selama ini, misalnya dengan menjadi salah satu bank di Indonesia yang memperoleh award dari lembaga independent infobank sebagai bank dengan predikat kondisi keuangan Sangat Baik selama sepuluh tahun berturut-turut, terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian seluruh jajaran pengurus dan karyawan BPD Kaltim guna menunjukkan BPD Kaltim sebagai Regional Champion Bank, sekaligus menjewantahkan tiga pilar menuju regional champion, diantaranya: memperkuat struktur permodalan dan ketahanan lembaga agar mampu beroperasi secara efisien; memiliki kemampuan untuk tumbuh dan berkembang dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi daerah; menjadi Agent of Development, dalam rangka mendorong pengurangan angka pengangguran dan kemiskinan serta menjadi mitra strategis lembaga keuangan mikro; memiliki kemampuan untuk melayani kebutuhan masyarakat secara optimal, melalui peningkatan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan perbankan melalui edukasi masyarakat, mempermudah akses layanan keuangan seluas-luasnya terutama kepada masyarakat kecil, memiliki kualitas SDM professional, memiliki produk unggulan yang dipergunakan secara luas oleh masyarakat, memiliki Jaringan kantor sampai tingkat kecamatan, dan berperan sebagai financial consultant bagi Pemda; dan meningkatkan Brand-Awareness di masyarakat, serta selalu berinovasi untuk penciptaan maupun diversifikasi arah produk dan jasa Bank. (Released by Departemen Humas BPD Kaltim – Desember 2010).

Home | Search |  Highlight & Promo   |  Sitemap | Berita  | Hubungi Kami  

Copyright © Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur