BPD Kaltim memutuskan untuk menjadi sponsor utama pelaksanaan Indonesia Open Grand Prix Gold 2010 Badminton Championships di Samarinda. Keputusan itu ditandai dengan penandatangan perjanjian kerjasama oleh Direktur Utama BPD Kaltim Aminuddin dan Ketua Panitia Indonesia Open Grand Prix Gold 2010 Badminton Championships Farid Wadjdy, Senin (1618) di Ruang Mahakam Gedung BPD Kaltim Jalan Jenderal Sudirman No 33 Samarinda.
Pertemuan resmi tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Masri Hadi, Direktur Umum BPD Kaltim Amiruddin Shahak, Direktur Kepatuhan BPD Kaltim Zainuddin Fanani, seluruh Pemimpin Divisi dan Pemimpin Departemen BPD Kaltim, Staf Pelaksana serta panitia kegiatan.
Perjanjian kerjasama tersebut ditandatangani dengan tujuan untuk mempertegas bahwa BPD Kaltim adalah sponsor utama dari pertandingan dengan level internasional tersebut yakni Kejuaraan Bulutangkis Indonesia Open Grand Prix Gold 2010 Badminton Championships. Pertandingan ini akan dilaksanakan pada tanggal 12 s/d 17 Oktober 2010 mendatang di Stadion Utama Palaran.
“Sebagai sponsor utama, kami memberikan dana Rp 4 Miliar dari total Rp 11,2 Miliar dana penyelenggaraan Grand Prix Badminton itu. Sehingga dengan telah ditandatanganinya perjanjian kerjasama ini, maka namanya menjadi Bankaltim Indonesia Open Grand Prix Gold 2010 Badminton Championships,” tutur Direktur Utama BPD Kaltim Aminuddin dalam sambutannya.
Sementara itu Farid Wadjdy mengatakan, dengan telah resminya BPD Kaltim sebagai sponsor, maka Farid mengharapkan perusahaan-perusahaan lainnya di Kaltim untuk ikut menjadi sponsor, sebab dengan telah digelontornya dana Rp 4 miliar, masih tersisa Rp 7 miliar lagi untuk keseluruhan dana penyelenggaraannya.
Kekurangannya diharapkan ada sponsor pendamping dan dukungan pendanaan dari pihak lainnya karena kejuaraan ini tidak menggunakan dana APBD. Namun demikian, Pemprov Kaltim akan membantu menanggung pembiayaan akomodasi wasit, juri serta panitia pusat, sedangkan untuk akomodasi dan transportasi peserta ditanggung masing-masing Negara.
“Saya yakin perusahaan besar lainnya akan ikut menjadi sponsor. Sebab seperti BPD Kaltim saja mampu menggelontorkan dana sampai Rp 4 miliar, masak yang lain tidak,” ujarnya.
Dijelaskannya, Grand Prix Gold 2010 Badminton ini diselenggarakan murni atas biaya swasta atau tak menggunakan dana dari APBD. Sebagai langkah awal untuk memajukan olahraga Kaltim khususnya badminton.
Selain itu Farid juga menambahkan, Kaltim memiliki kelebihan dibandingkan daerah lain, yakni fasilitas olahraga yang sudah diakui dunia internasional, karenanya sangat sayang sekali jika tidak dimanfaatkan untuk pertandingan-pertandingan yang selevel internasional.
“Mudah-mudahan saja tidak ada kendala, dan kita bisa sukses melaksanakan kejuaraan ini. Kerena ini adalah yang pertama kalinya kita laksanakan,” harapnya.
Undangan Sudah disebarkan ke seluruh dunia oleh PB-PBSI, terutama kepada negara-negara yang memiliki pemain-pemain terbaik. Adapun peserta yang akan mengikuti turnamen kejuaraan bulutangkis dunia ini yaitu sekitar 400 atlet yang berasal dari 40 negara.
Masri sangat optimistis acara akan terselenggara dengan sukses, sebab selain Kaltim telah memiliki fasilitas gedung olahraga, Badminton adalah olahraga andalan Indonesia dilevel internasional.