>  Berita
Zainuddin Fanani Pimpin BPD Kaltim Gantikan Aminuddin
Tanggal 29/07/2011 14:06  Penulis admin  Hits 417  Bahasa Global
Sebelumnya, posisi tersebut diisi Aminuddin selama dua periode. Seremoni pengangkatan berlangsung di Lamin Etam, Selasa (05/07) yang dihadiri Kepala Daerah se-Kaltim sebagai pemegang saham berikut jajaran Direksi BPD Kaltim lainnya. Pelantikan Zainuddin sebagai orang nomor satu di BPD Kaltim dilakukan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Dalam sambutannya, Awang Faroek Ishak meminta Zainuddin agar dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaikbaiknya untuk kemajuan BPD kaltim sebagai bank kebanggaan Kaltim. Baik di saat sekarang, maupun di masa-masa yang akan datang. Awang Faroek Ishak menilai, peran Direktur Utama sangat penting dalam membawa bank ke arah kinerja yang lebih baik.


Karena itu, hendaknya pelantikan ini dapat dijadikan sebagai momentum yang sangat berharga dalam upaya jajaran BPD Kaltim menambah semangat dan kinerja yang lebih meningkat. Apalagi ke depan, tugas dan tanggung jawab para penentu kebijakan dan manajemen lainnya di BPD Kaltim, akan semakin berat dan penuh tantangan, seiring dengan meningkatnya persaingan di kalangan perbankan dan semakin kritisnya masyarakat pengguna jasa perbankan. Kinerja keuangan BPD Kaltim dikatakan Awang Faroek Ishak menunjukkan peningkatan yang signifikan. Bagi Pemerintah Provinsi Kaltim, kemajuan dan pertumbuhan BPD Kaltim, baik kantor pusat di Samarinda, maupun

Kantor-kantor cabang daerah di seluruh Kaltim, sangat penting artinya guna membantu dan mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), peningkatan penyaluran kredit UMKM dan meningkatkan pertumbuhan perekonomian serta pembangunan di segala bidang, yang pada akhirnya akan meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Awang Faroek Ishak mengaku gembira. Karena BPD Kaltim pada 2010 lalu telah me-launching sebagai Bank Terkemuka (BPD Regional Champion) yang kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan Komitmen Bersama dengan seluruh Kepala Daerah/ Bupati/ Walikota se-Kaltim selaku pemegang saham. “Sebagai Bank Terkemuka (BPD Regional Champion), maka bank ini telah membuktikan dirinya sebagai bank yang semakin andal melalui produk dan layanannya yang semakin kompetitif, berjaringan luas dan dikelola secara profesional dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi regional yang didasarkan pada landasan good corporate governance, manajemen resiko dan ditopang oleh tiga pilar – yaitu ketahanan kelembagaan yang kuat, sebagai Agent of Regional Development dan kemampuan melayani kebutuhan masyarakat,” jelasnya. Sehubungan dengan itu, Awang Faroek Ishak menyampaikan beberapa hal.

Pertama; Direktur Utama bersama jajaran Direksi dan para pemegang saham, hendaknya terus berusaha memperkuat bank ini sehingga terpenuhinya Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio - CAR) sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dengan penambahan dan penguatan modal yang terus meningkat setiap tahunnya, sekurangkurangnya sesuai dengan ketentuan minimal dan CAR.

Kedua; Sebagai Agent of Regional Development, maka BPD Kaltim harus dapat membuktikan dukungannya pada pembangunan ekonomi daerah yang pro-growth, pro-poor dan pro-job dengan mengutamakan pertumbuhan kredit produktif, serta berperan sebagai pengayom (apex bank) bagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan penggerak tabungan masyarakat, sekaligus dapat memberikan nilai tambah bagi BPD Kaltim.

Ketiga; BPD Kaltim harus senantiasa memperhatikanlayanan dengan mempermudah akses layanan keuangan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Keempat; Berusaha meningkatkan SDM dalam rangka meningkatkan produk dan jasa, pemasaran, pelayanan dan penguasaan teknologi informasi serta bidang terkait lainnya.

Kelima; BPD Kaltim perlu meningkatkan pengawasan dan kerja sama yang harmonis, baik untuk jajaran internal BPD Kaltim, maupun eksternal pada para nasabah, Bank Indonesia, kalangan perbankan, DPRD dan masyarakat pada umumnya.

Mengingat pengawasan bank dan kerja sama eksternal merupakan bidang yang sangat dinamis dan luas cakupannya, maka hal ini merupakan upaya yang patut dilaksanakan secara terus menerus, dengan harapan agar bank ini kian bertambah sehat dengan didukung kinerja jajaran BPD Kaltim yang solid dan profesional. ”Saya yakin dan percaya, Zainuddin Fanani akan mampu menjalankan amanah, tugas dan tanggung jawab sebagai Direktur Utama. Keyakinan ini tentunya didasarkan pula kepada bahwa Zainuddin Fanani bukanlah sebagai orang baru di jajaran BPD Kaltim, tetapi sejak tahun 2007 lalu Saudara sudah menjabat sebagai Direktur Kepatuhan, sehingga akan mudah menjalin kerjasama dengan jajaran Direksi dan para-pihak terkait lainnya di BPD Kaltim ini,” tuturnya. Sementara itu, kepada Aminuddin diucapakan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengabdian yang diberikan kepada BPD Kaltim selama ini. “Semoga apa yang telah Saudara sumbangsihkan untuk BPD Kaltim, akan bernilai ibadah dan mendapat ganjaran yang setimpal dari Allah SWT. Teruslah mendharmabaktikan kemampuan yang Saudara miliki selama ini untuk BPD Kaltim, walaupun melalui jalur yang lain,” pungkas Awang Faroek Ishak.


MENUJU BANK REGIONAL CHAMPION
Terpisah, Zainuddin mengatakan siap melanjutkan rencana bisnis BPD Kaltim yang sudah disusun sebelumnya. Ia juga menaruh perhatian lebih kepada target mewujudkan BPD Kaltim sebagai Bank Regional Champion (BRC) dalam periode kepemimpinannya.

Pria kelahiran Berau, 6 Mei 1960 itu mengatakan, akan mewujudkan program BPD Regional Champion (BRC) atau menjadi BPD terkemuka di regional masing-masing. Ia optimistis, program Bank Indonesia itu dapat dicapai sesuai target, yakni, pada 2014. Guna meraihnya, ada tiga pilar utama yang harus dibangun.

Pertama, ketahanan perbankan. “Salah satu indikasinya, bank memiliki modal tetap Rp 1 triliun dan modal setor Rp 1,5 triliun,” kata Zainuddin. Sementara BPD Kaltim, kedua jenis modal itu sudah melampaui syarat. BPD memiliki modal tetap Rp 3 triliun dan modal setor Rp 1,5 triliun.

Dijelaskannya pula, kekuatan perbankan ditentukan oleh perbandingan biaya operasional dengan pendapatan, dengan nilai maksimal 70 persen. Saat ini, perbandingannya di BPD sudah 60 persen, artinya lebih baik dari yang disyaratkan.

Pilar kedua agent of regional development (peranan dalam pembangunan regional), rasio pertumbuhan kredit adalah 20 persen. Sedangkan di BPD Kaltim pada periode 2009-2010 sudah menyalurkan kredit Rp 11 triliun dengan tingkat pertumbuhan 32 persen. Pilar terakhir yaitu, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dikatakannya, BPD Kaltim sudah memiliki 146 titik layanan yang terdiri dari kantor pusat, kantor cabang, kantor cabang pembantu (KCP), serta layanan kendaraan online. Tahun ini, BPD Kaltim akan membuka lagi 21 KCP di sejumlah kecamatan, termasuk di kawasan perbatasan seperti Krayan, Nunukan. Ini ditujukan agar transfer antarrekening BPD maupun ke bank lain (kliring) dapat mencapai tempat-tempat dengan akses terbatas itu.

Program ini juga didorong Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. “Dengan dibukanya BPD di Krayan, perekonomian di sana bisa lebih cepat berputar,” tutur Faroek. BPD, kata Zainuddin, terus membuka lapangan pekerjaan melalui dibukanya kantor cabang pembantu. “Satu KCP itu bisa menyerap lima pegawai. Kebanyakan, kami mengambil pegawai dari daerah setempat,” terangnya.
Home | Search |  Highlight & Promo   |  Sitemap | Berita  | Hubungi Kami  

Copyright © Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur